Notice: Undefined offset: 2 in /home/dishanpan/public_html/libraries/php/default.php on line 120

Notice: Undefined offset: 1 in /home/dishanpan/public_html/libraries/php/default.php on line 120
2016-04-29 09:24:07 Jona Admin PPID BKP Jateng

Secara umum kondisi konsumsi pangan masyarakat saat ini masih didominasi oleh sumber karbohidrat (padi-padian) dan masih kurang dalam pangan hewani, serta sayur dan buah. Dan untuk kelompok pangan lainnya seperti minyak dan lemak serta kacang-kacangan dimasyarakat mengkonsumsi berlebihan capaiannya rata-rata 200-300% dari kecukupan.

“Pola konsumsi pangan masyarakat belum sesuai yang diharapkan. Dan sesuai konferensi pangan yang diselenggarakan setiap tahun oleh FAO menunjukkan kualitas konsumsi pangan masyarakat  Indonesia menduduki urutan ke 17 terburuk didunia dan menghadapi anak balita pendek/stunting 37,2%, kurus/wasting 12,1%, dan kegemukan/overweight 11,9%, selain itu kecerdasan anak-anak kita (pada tahun 2014 skor IQ anak-anak Indonesia baru 80, belum masuk kategori cerdas), dan pertumbuhan fisik yang kurang optimal, hal tersebut salah satunya disebabkan kurang baiknya asupan gizi yang diberikan oleh orang tuanya, sessuai kaidah gizi yang dibutuhkan,” demikian sambutan Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Whitono, M.Si dalam pembukaan Gerakan Konsumsi Pangan B2SA .

Lebih lanjut menurutnya, “Berbagai upaya telah dilakukan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas pangan masyarakat diantaranya melalui promosi dan gerakan-gerakan untuk meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), serta mengenalkan dan mensosialisasikan tentang pentingnya pangan yang B2SA dan sumber pangan yang ada dipekarangan pada anak sejak usia dini. Pangan B2SA adalah aneka ragam bahan pangan baik sumber karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak yang apabila dikonsumsi dalam jumlah berimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan.  Sesuai ketetapan Pemerintah kecukupan energi mengacu pada Permenkes No.75 Tahun 2013 yaitu secara kuantitatif kecukupan energy 2.150 Kkal/Kap/hr dan kecukupun protein 57 gr/kap/hr.”

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2016 di Tlogo Resort & Goa Rong View ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, peran, dan partisipasi masyarakat dalam mengembangkan pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) untuk mewujudkan hidup sehat aktif dan produktif sesuai amanah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dengan peserta yang berasal dari unsur Legislatif, Tim Penggerak PKK, Badan/Kantor Ketahanan Pangan  dan Dinas Pendidikan dari 35 kabupaten/Kota. Narasumber berasal dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Departemen Gizi Masyarakat IPB, dan TP PKK Provinsi Jawa Tengah.

Koordinasi, keterpaduan sinkronisasi dan harmonisasi antar SKPD terkait sangat diperlukan dalam upaya mewujudkan penganekaragaman konsumsi Pangan untuk memenuhi kebutuhan Gizi masyarakat sesuai  pasal 60 UU No 18 tahun 2012 tentang Pangan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban mewujudkan penganekaragaman konsumsi Pangan untuk memenuhi kebutuhan Gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal untuk mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif yang merupakan gambaran tingginya kualitas SDM, selain itu secara empiris konsumsi pangan B2SA akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental, Kesehatan, kecerdasan, produktivitas kerja

Kegiatan ini diawali dengan kampanye konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman pada 200 anak Sekolah Dasar di Kabupaten Semarang. Dengan melibatkan anak usia Sekolah Dasar diharapkan dapat mengenalkan konsumsi pangan B2SA  pada anak usia dini untuk membangun kemandirian pangan dan gizi, sehingga ketika telah dewasa sudah tertanam pola konsumsi pangannya menjadi lebih beragam, bergizi seimbang dan aman.