30 13:28:56 APRIL 2015 Admin Website BKP jateng

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan pelatihan Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan di Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk memberdayakan kelompok wanita tani dalam mengelola lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga, yaitu melalui pengembangan sumber pangan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral dalam rangka mendukung hidup sehat, aktif dan produktif melalui pengembangan pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) yang ideal. Kegiatan yang merupakan bagian dari program kerjasama antara Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun 2015 dilaksanakan di 8 LMDH yang tersebar di 6 kabupaten yaitu Pati, Blora, Kendal, Grobogan, Banyumas dan Cilacap sejak tahun 2014. 

Kegiatan ini sangat penting agar para wanita memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam meningkatkan kualitas pangan dan ekonomi keluarganya. Pada penyelenggaraan pelatihan kali ini sebanyak 25 wanita yang tergabung dalam kelompok wanita dari LMDH Sidodadi Mulyo mengikuti pelatihan pengolahan pangan berbahan baku lokal setempat di Balai LMDH Sidodadi Mulyo, Desa Ngliron, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora (29/04/2015). Pelatihan berupa pengolahan makanan berbahan lokal seperti wingko singkong, nagasari jagung, puding labu kuning dan talam ubi ungu. Sebelumnya juga dilaksanakan pelatihan yang sama di 2 lokasi yaitu di LMDH Amrih Lestari, Desa Pasucen, Kec. Trangkil, Kabupaten Pati dan LMDH Hargo Mulyo, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora.

Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan pekarangan memliki tujuan utama yaitu pembinaan kelompok wanita dalam pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga sehingga kualitas pangan keluarga meningkat yang akan meningkatkan kulaitas sumber daya manusia.

Rencananya untuk tahun-tahun berikutnya akan dilaksanakan pelatihan yang sama untuk semua LMDH di Jawa Tengah. 

Pasca pelatihan diharapkan wanita tani yang telah mengikuti kegiatan ini akan lebih terbuka wawasannya dalam peningkatan gizi keluarga dengan pemanfaatan lahan pekarangan skitar rumah serta mampu berwirausaha dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dari pekarangan menjadi sumber penghasilan keluarga.