01 14:44:52 FEBRUARI 2018 Jona Admin PPID DISHANPAN Jate

Semarang 30 Januari 2018 -  Kegiatan Bintek PUPM (Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat  ) tahap Pengembangan Tahun 2018 di selenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Candi Indah Semarang, Hadir Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP  dan sebanyak 170 peserta yang terdiri dari Tim Teknis, Petugas Pendamping dan Gapoktan. Narasumber Bintek ini dari Badan Ketahanan Pangan Kementan RI , Praktisi dan Petugas-petugas yang membidangi




Dalam kesempatan ini Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melaporkan berbagai Program yang telah di laksanakan antara lain

  1. Pengentasan Wilayah Rentan Rawan Pangan ( kemiskinan, padat karya , dan stunting )

Kegiatan : Membangun Kawasan Mandiri Pangan, Optimalisasi Pemanfaatan Pekarangan, dan Peningkatan Aksebilitas Pangan melalui Padat Karya Pangan.

  1. Gerakan Diversifikasi Pangan ( B2SA, pangan lokal )

Kegiatan : Membangun Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Pengembangan Pangan Lokal

  1. Distribusi dan Pengendalian Harga & Mutu/Keamanan Pangan (monitoring harga, pasokan dan cadangan pangan )

Kegiatan : Mengembangkan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat, Mengembangkan Lumbung Pangan, dan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat.

 

Tujuan Kegiatan Bimbingan Teknis bagi Lembaga Usaha Pangan Masyarakat  ( LUPM ) Tahap Pengembangan Tahun 2018 ini antara lain

  1. Memperpendek panjangnya rantai distribusi pangan dari petani/kelompok tani sebagai produsen ke masyarakat sebagai konsumen;
  2. Menyerap produk pertanian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan petani khusunya bahan pangan pokok dan strategis;
  3. Mendukung Stabilitasi pasokan dan harga pangan poko dan strategis;
  4. Memberikan kemudahan akses konsumen/ masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis yang berkualitas, dengan harga yang wajar

Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat ( PUPM ) memberikan fasilitasi kepada Lembaga Usaha Pangan Masyarakat ( LUPM) berupa Bantuan Pemerintah sebagai modal Rp. 100.000.000,- dan operasional Rp. 60.000.000,- pada tahun pertama sebagai tahap penumbuhan , sedangkan pada tahun kedua sebagai tahap pengembangan serta tahun ketiga sebagai tahap pembinaan, LUPM mendapatkan fasilitasi Operasional  Rp.60.000.000,-

Kegiatan Bintek ini sebagai upaya perlindungan dan pemberdayaan petani, kelompok tani, dan atau gapoktan terhadap gejolak harga dengan melakukan penjualan pada saat harga pasar naik dan melakukan pembelian pada saat harga menurun.

Petani maupun pemerintah seringkali kebingungan ketika harga komoditas pangan tiba-tiba naik signifikan ataupun turun tajam. Namun, sebenarnya hal itu bisa diatasi jika ada kerja sama pencatatan data yang baik antara petani dan pemerintah.


Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP, acara Bimbingan Teknis Kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat Tahap Pengembangan 2018 ini, katanya, petani berperan sebagai pemberi informasi tentang waktu menanam, dan komoditas yang ditanam. Sementara pemerintah berperan mencatat laporan petani.

“Siapa di antara petani di sini yang nggak punya HP sama sekali. Nggak ada tho? Artinya semua punya. Saya bayangkan begini, begitu njenengan nandur komoditas, bisa ora njenengan umpama SMS ke Pak Suryo (Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Suryo Banendro), Pak kula Tukijo nandur brambang (bawang merah), kula Bu Waginah nandur lombok. Kalau mau menginfokan, saya bisa membuat aplikasi. Kira-kira nek petani berpartisipasi memasukkan data, gelem apa ora,” tanya gubernur.

Serempak, para petani yang hadir menyatakan mau. Ganjar kemudian menjelaskan maksud dari ajakannya agar petani mau melaporkan. Dengan melaporkan, pemerintah akan punya catatan yang rinci. Berdasarkan data yang masuk, pemerintah antara lain bisa menganalisa, kapan menyiapkan kebutuhan pupuk dan kapan panen.

“Kalau setiap petani lapor, pada saat itu yang saya hitung pertama pemupukan. Kira-kira sekian minggu, di titik-titik ini butuh pupuk. Maka pabrik pupuk taktelepon. Njenengan ning titik-titik iki kudu standby,” tuturnya.

Selanjutnya, ketika akan masa panen, juga sudah diketahui. Dari data yang ada bisa diprediksi berapa volume komoditas yang akan dipanen. Apabila volumenya membludak, bisa disiapkan strategi pangan olahan atau menjalin komunikasi dengan Menteri Perdagangan dan gubernur di provinsi lain.

“Misalnya, Pak Mendag komoditas bawang merah saya mbludak. Tolong kontak para gubernur di mana provinsi yang tidak punya bawang merah. Begitu diketahui, saya bisa segera membuat komitmen dengan gubernur tersebut. Kalau itu bisa dilakukan, harga bisa stabil dan petani dapat untung,” kata dia. (Rt, Humas Jateng red )


Dengan Implementasi Kegiatan tersebut diatas diharapkan mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang layak dan menguntungkan petani, mendukung stabilitasi pasokan dan harga serta memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis yang berkualitas , dengan harga yang wajar. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan masyarakat, rumah tangga atau indiovidu untuk memperoleh pangan yang cukup setiap saat dan berkelanjutan dengan harga terjangkau.