19 JUNI 2015 Admin Website BKP jateng

Semarang - Menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Bulog Divre Jawa Tengah menyiapkan 15 ton beras dan 90 ton raskin untuk mengantisipasi kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) di pasaran. Selain beras dan raskin, Bulog juga menyiapkan gula pasir dan minyak goreng masing-masing sebanyak lima ton.

"Kita siapkan 12 truk dengan 90 ton untuk optimalisasi raskin. Berasnya merupakan pengadaan baru tahun 2015 ini. Untuk gula pasir serta minyak goreng ada dua truk," kata Kepala Bulog Divre Jawa Tengah, Damin Hartono saat acara launching operasi pasar di Gudang Bulog Randu Garut, Kota Semarang, Senin (15/6).

Pada operasi pasar ini, Bulog memasang harga Rp 7.950 per kilogram untuk beras, dan Rp 10.900 per kilogram untuk gula pasir. Stok beras sendiri di gudang masih ada 165.000 ton atau dapat mencukupi kebutuhan masyarakat hingga November 2015 nanti.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Tengah Drs H Heru Sudjatmoko Msi mengatakan kenaikan harga sembako, khususnya beras dan gula pasir saat ini masih dalam batas wajar. Operasi pasar yang digelar Bulog, menurut Heru hanya untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah dapat menambah pasokan sewaktu-waktu karena stok di Bulog masih sangat banyak dan melimpah.

"Beras sebenarnya naiknya belum terlalu banyak. Ini hanya untuk meyakinkan masyarakat bahwa sewaktu-waktu kita bisa menambah pasokan beras, karena di Bulog tersedia sangat cukup," tuturnya.

Lebih lanjut Heru berpesan agar harga yang ditetapkan Bulog tidak lantas membuat harga di tingkat petani jatuh. Perhitungan harga harus dilakukan secara cermat agar petani juga mendapat keuntungan dari kenaikan harga sembako tersebut.

"Pantaun Disperindag, harga beras medium antara Rp 8.900- Rp 9.010. Ini dipandang mungkin sudah cukup untuk melakukan operasi pasar. Tetapi kita juga harus berhitung cermat jangan sampai harganya terlalu jatuh. Kasihan petani nanti," terangnya.

Heru berharap di Jawa Tengah tidak muncul gejolak harga yang tidak wajar saat bulan Ramadhan hingga Idul Fitri nanti. Karenanya, dia meminta instansi terkait segera mempererat kerjasama tidak hanya lintas sektoral, dan lintas instansi di Jawa Tengah namun juga dengan pemerintah pusat serta perusahaan-perusahaan BUMD dan BUMN.

"Butuh kerjasama agar produsen penghasil mendapat harga yang wajar sehingga ada margin keuntungan yang relatif memadai. Sedangkan konsumen mendapat harga yang wajar sehingga daya belinya menjangkau," kata Mantan Bupati Purbalingga itu.

Launching operasi pasar ini dilakukan serentak dan dibuka oleh Presiden RI Ir Joko Widodo di Jawa Barat melalui video conference bersama enam provinsi. Yakni, Provinsi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sulawesi Utara. Dalam sambutannya Jokowi berpesan agar pemerintah pusat dan daerah bersama-sama melakukan pemenuhan kebutuhan pangan rakyat dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dirinya juga meminta semua pihak selalu siaga mengantisipasi dan mengatasi segala kemungkinan gejolak harga dalam menghadapi bulan Ramadhan dan jelang Idul Fitri.

Selain itu, Jokowi mengingatkan agar tidak ada oknum tertentu yang mencoba bermain harga menjelang lebaran. Dirinya berjanji akan mengejar dan memberi tindakan tegas bagi oknum yang mempermainkan harga.

"Saya ingin mengingatkan jangan ada yang bermain menjelang lebaran. Kalau ada kenaikan yang tidak wajar, ada yang ingin bermain-main masalah harga pasti kita kejar," pungkasnya.

SUMBER : Humas Jateng