16 DESEMBER 2015 Jona Admin Website BKP jateng

Semarang - Selasa (15/12) digelar Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (DKP Prov. Jateng) yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah. Rakor ini merupakan forum koordinasi tertinggi dalam tata kerja pangan daerah. Tujuan rakor dikemukan oleh Ir. Whithono, M.Si pada saat memberikan Laporan Penyelenggaraan, yaitu : mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ketahanan pangan, membahas permasalahan, dan menetapkan langkah - langkah operasional dalam perwujudan swasembada pangan. Dalam rakor DKP ini diangkat tema “ Kesiapan Jawa Tengah Mengantisipasi Dampak Anomali Iklim Untuk Memantapkan Ketahanan Pangan ”., tuturnya.

Drs. Heru Sudjatmoko, MSi., pada kesempatan ini menyerahkan sertifikat Prima Tiga kepada dua kelompok tani  dan tiga pelaku usaha untuk komoditas Salak, Beras Putih Kiwi, Lada Putih, Beras Hitam Sirampok, Beras Putih Anak Raja. Selanjutnya dalam pengarahannya, Heru mengajak seluruh peserta rakor untuk mencintai produk lokal. Penduduk Jawa Tengah sebanyak 33,5 juta merupakan pasar yang potensial untuk produk-produk lokal. “Jangan sampai diserbu oleh produk impor”, tegasnya.

Kegiatan rakor DKP dilanjutkan dengan pemaparan dari narasumber dan diskusi. Narasumber BMKG menyampaikan informasi tentang prakiraan anomali iklim 2016. Berdasarkan prakiraan cuaca di Jawa Tengah Tahun 2015/2016 bahwa awal musim hujan umumnya terjadi pada November dasarian II 2015, prediksi puncak musim hujan diprakirakan terjadi pada bulan Januari – Februari 2016, sampai Februari 2016 diprediksi El Nino Moderat sampai dengan kuat, tetapi bulan April 2016 diprediksi El Nino akan kembali pada kondisi normal.  Selanjutnya Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Tengah, Ir. Suryo Banendro, MP., menyatakan bahwa sasaran produksi padi tahun 2015 sebesar  11, 64 juta ton akan tercapai mengingat produktivitas tanaman padi pada tahun 2015 ini meningkat hampir 6 kuintal/ha dibandingkan dengan tahun 2014. Peningkatan produktivitas ini terjadi karena adanya bantuan pendampingan TNI (Babinsa), dukungan ketersediaan saprodi dan alsintan. Berkaitan dengan upaya untuk mencapai areal tanam tebu tahun 2015/2016 seluas 74.123 Ha dan produksi gula kristal sebesar 385.859 Ton, Dinas Perkebunan menyampaikan upaya strategis yang dapat dilakukan, antara lain : (a) Meningkatkan intensitas pembinaan, bimbingan dan pengawalan teknis; (b) Perbaikan manajemen tebang angkut; (c) Mewujudkan sistem giling tebu yg dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan  keuntungan kedua pihak (petani dan PG), jelas Ir. Darpito, M.Si

 

Rencana Aksi

Rencana Aksi antisipasi perubahan iklim  (1) Penyesuaian Sistem Produksi Pangan (2) Perluasan Area Pertanian Pangan dan Budidaya Perikanan (3) Perbaikan dan pengembangan Sarana dan Prasarana Pertanian yang Climate Proof (4) Percepatan Diversifikasi Pangan (5) Pengembangan Teknologi Adaptif & Inovatif  (6) Pengembangan Sistem Informasi dan Komunikasi (Iklim dan Teknologi) dan
(7) Program Pendukung. Untuk memantapkan ketahanan pangan masyarakat khususnya menjamin ketersediaan dan cadangan pangan yang diperlukan untuk antisipasi rawan pangan transien (rawan pangan yang disebabkan karena bencana) dan kronis, Pemprov Jateng telah menetapkan Pergub Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 57 Tahun 214 tentang Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah dilakukan oleh Balai Pengembangan Cadangan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Posisi pada awal Desember 2015 memiliki stok sebanyak 251,9 Ton Gkg atau setara 151,14 Ton beras.

cc : Subag Progam