23 08:00:42 JULI 2018 Admin PPID DISHANPAN

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Sosialisasi Penyusunan Peta ketahanan dan Kerentanan Pangan/ Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) pada Rabu (11/7) yang dilaksanakan di Hotel C3 Ungaran dengan dihadiri oleh Anggota Tim penyusun FSVA Provinsi Jawa Tengah dan pejabat yang menangani ketahanan pangan dari 35 Kabupaten/Kota. Tujuan dari penyusunan Peta FSVA adalah untuk mengantisipasi terjadinya kerentanan dan kerawanan pangan dan sebagai alat bantu dalam penetapan kebijakan pangan.


Analisis dan pemetaan FSVA dilakukan berdasarkan pada pemahaman mengenai ketahanan dan kerentanan pangan dan gizi. Kerangka konseptual tersebut dibangun berdasarkan tiga pilar ketahanan pangan, yaitu: ketersediaan, akses dan pemanfaatan pangan, serta mengintegrasikan gizi dan kerentanan di dalam keseluruhan pilar tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Suryo Banendro, MP menyatakan penyusunan FSVA tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat memberikan gambaran tentang wilayah yang memerlukan prioritas penanganan rawan pangan hingga level kecamatan yang lebih akurat dan sesuai dengan kondisi yang ada sehingga dapat diambil keputusan dan intervensi yang tepat untuk penanganannya.


Lebih lanjut, Suryo Banendro menyatakan bahwa dalam rangka upaya menangani persoalan rawan pangan dan gizi buruk harus didukung oleh informasi ketahanan pangan yang akurat, komprehensif, dan tertata dengan baik. Informasi ketahanan pangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu instrumen untuk mengelola krisis pangan dan gizi baik  jangka pendek, menengah maupun panjang. Hal ini sejalan dengan amanat yang terkandung dalam Peraturan Pemerintah No. 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, dimana Pasal 75 mengamanatkan Pemerintah dan Pemerintah Daerah sesuai dengan kewenangannya berkewajiban membangun, menyusun, dan mengembangkan Sistem Informasi Pangan dan Gizi yang terintegrasi, yang dapat digunakan untuk perencanaan, pemantauan dan evaluasi, stabilisasi pasokan dan harga pangan serta sebagai sistem peringatan dini terhadap masalah pangan dan kerawanan pangan dan gizi.