31 13:24:58 MARET 2016 Jona Admin Data Base

Diversifikasi atau Penganekaragaman konsumsi pangan merupakan upaya untuk memantapkan atau membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dalam jumlah dan komposisi yang cukup guna memenuhi kebutuhan gizi untuk mendukung hidup sehat, aktif dan produktif. Indikator untuk mengukur tingkat keanekaragaman dan keseimbangan konsumsi pangan masyarakat adalah dengan skor Pola Pangan Harapan (PPH) denga target sebesar 91,5 pada tahun 2016.

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Forum Pengembangan Pangan Lokal pada tanggal 22 Maret 2016, bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan undangan sebanyak 29 orang terdiri dari unsur pemerintahan, akademisi, catering, dan UKM pengolah pangan lokal.

Forum Pengembangan Pangan Lokal di buka oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Ir. Whitono, M.Si didampingi oleh  Plt Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan.

Adapun narasumber dan materi yang disampaikan adalah sebagai berikut: 1). Pengembangan Pangan Lokal Jawa Tengah oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah, 2). Potensi Pangan Lokal Jawa Tengah oleh Dinpertan Provinsi Jawa Tengah, 3). Dukungan Pemda Pada Pemasaran Produk Pangan Lokal Oleh Dinperindag Provinsi Jawa Tengah, 4). Peran Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Pangan Lokal oleh Universitas Semarang (USM).


Forum ini berjalan dengan sangat aktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab setelah materi-materi dari narasumber disampaikan secara panel, sehingga masukan dan pemecahan beberapa masalah dapat diperoleh. Para peserta juga mendapat informasi dan pengetahuan baru mengenai situasi pangan lokal di Jawa Tengah baik dari segi produksi, pengolahan, pemasaran, dll.

Forum Pengembangan Pangan ini diharapkan dapat dikembangkan dengan peserta yang lebih banyak terdiri dari sentra produksi pangan lokal dan UKM pengolahnya sehingga tidak ada lagi permasalahan kesulitan mencari bahan baku, serta para pengusaha/ distributor produk pangan pangan lokal sehingga pemasaran bukan lagi menjadi masalah, disamping itu, syarat-syarat pelabelan dan kemasan harus diperbaiki agar dapat bersaing dengan produk impor dan pabrikan lain yang semakin banyak beredar di pasar.