26 MEI 2016 Jona Admin PPID BKP Jateng

Tujuan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal adalah :

  1. Mengembangkan nasi “non beras” sumber karbohidrat yang dapat disandingkan dengan nasi, berbahan baku sumber pangan lokal.
  2. Mengembalikan kesadaran masyarakat untuk kembali pada pola konsumsi pangan pokok asalnya melalui penyediaan bahan pangan non-beras/non-terigu dari sumber pangan lokal.
  3. Perbaikan mutu konsumsi pangan masyarakat melalui penurunan konsumsi beras dan peningkatan konsumsi pangan pokok selain beras yang diimbangi dengan konsumsi pangan hewani serta sayur dan buah.

Kegiatan ini telah dilaksanakan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah selama beberapa tahun terakhir. Sasaran dari Gerakan Konsumsi Pangan Lokal adalah antara lain :

  • Unsur Pendidikan, siswa SD, SMP, SMA beserta guru pendamping;
  • Unsur Pemerintahan;
  • Masyarakat luas, kelompok tani, UKM bidang pangan dll

Gerakan Konsumsi Pangan Lokal 2016:

Kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal dilaksanakan  pada tanggal 25 Mei 2016, bertempat di SDN 2 Pegulon Kecamatan Kendal, Jl. Stadion No.2 Kabupaten Kendal.

Kegiatan Gerakan Konsumsi Pangan Lokal diikuti oleh 75 orang siswa SD setempat dan guru pendamping.

 

 

Kegiatan ini di buka oleh Plt. Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan BKP Prov. Jateng, di lanjutkan sambutan dari Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Kendal. Dilanjutkan dengan :

  1. Dongeng yang bertema mengajak anak – anak makan pangan lokal.
  2. Pembacaan Puisi dengan judul “Aku Adalah Apa Yang Kumakan”;
  3. Anak – anak SD menyanyikan lagu Jingle B2SA
  4. Demonstrasi Pengolahan Pangan Lokal untuk konsumsi anak-anak

Untuk anak – anak SD mendapat souvenir tas yang berisi pangan lokal olahan yaitu kroket kentang sayur telur, pisang coklat, dan salad sayur.

Kesimpulan :

  1. Gerakan massal untuk mengurangi konsumsi nasi, perlu dilakukan secara periodik pada waktu dan tempat yang strategis dan jenis makanan berbahan lokal yang cita rasanya bisa diterima masyarakat luas;
  2. Pengenalan konsumsi pangan lokal sudah seharusnya dikenalkan pada usia dini agar masyarakat mencintai dan terbiasa untuk mengkonsumsi paangan lokal sesuai potensi daerahnya;
  3. Tindak Lanjut dari Gerakan ini adalah mendukung UKM bidang pangan melalui pelatihan, stimulan alat dll agar lebih meningkat baik kualitas maupun kuantitas olahan pangannya.
  4. Menu tidak harus mahal, dengan memanfaatkan pekarangan yang ada sudah bisa mencukupi gizi keluarga namun kreatifitas dalam menyusun menu diperlukan supaya anak-anak tidak bosan mengkonsumsi pangan yang sehat.
  5. Teknologi Tepat Guna Pengolahan Pangan perlu terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat pengguna, agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan teknologi dan tercipta kuliner-kuliner yang berkualitas.
  6. Perlu promosi dan digalakan secara terus menerus melalui penyediaan bahan pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman, sehingga pangan lokal mudah diperoleh di toko atau warung baik melalui media cetak maupun televisi dan radio.