07 OKTOBER 2015 Jona Admin BKP Jateng
Hari Pangan Sedunia
Sejarah peringatan hari pangan sedunia bermula dari konferensi FAO ke 20, bulan Nopember 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day. Resolusi disepakati oleh 147 negara anggota FAO, TERMASUK Indonesia, menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).
Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional, maupun nasional. Penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO. Acara diselenggarakan lintas departemen dan sebagai vocal point FAO di Indonesia, Menteri Pertanian menetapkan Departemen Pertanian sebagai departemen utama (leading institution) penyelenggaran HPS.
Moment internasional ini setiap tahunnya diperingati kurang lebih 194 negara anggota organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO). 

Ditunjuknya Provinsi Sumsel sebagai tuan rumah Peringatan HPS tahun 2015 ini berdasarkan peran aktif Pemprov Sumsel di bidang pertanian dan ketahanan pangan serta untuk menunjang program diversifikasi pangan sesuai dengan Surat Menteri Pertanian RI No : 153/TU/.220/M/6/2014 Tanggal 11 Juni 2014 tentang kesediaan Provinsi Sumsel sebagai penyelenggaraan HPS ke 35 Tahun 2015.

Berbagai langkah persiapan telah dilakukan Pemprov Sumsel melalui Badan Ketahanan Provinsi Sumsel diantaranya dengan menggelar rapat pembahasan persiapan peringatan HPS ke 35 tahun 2015 di Provinsi Sumsel, Selasa (8/7/2014) di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov Sumsel.
Rapat ini dipimpin langsung staf ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Provinsi Sumsel, Muslim.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumsel Amruzi Minha mengatakan, peringatan HPS ke-35 ini akan berlangsung selama limahari dengan puncak peringatannya pada 16 Oktober 2015 yang direncanakan akan digelar di Jakabaring Sport City, Palembang. 

Dalam Peringatan tahunan ini akan menampilkan berbagai rangkaian kegiatan seperti seminar, pameran dan bazar produk pertanian, perlombaan, pengabdian masyarakat, publikasi dan penyiaran, hari puncak peringatan HPS, gelar teknologi, diplomatic tour, rekor Muri, pencanangan oleh Presiden RI.

“Selain itu, direncanakan juga pada acara puncak peringatan akan dilakukan pencanangan gerakan, pemberian penghargaan pada petani/nelayan/kehutanan teladan, pemberian bantuan kepada petani berupa benih, bibit, peralatan pertanian dan lain-lain. Selain itu diberikan penghargaan ketahanan pangan nasional, arahan Presiden, melihat/meninjau gelar teknologi, lomba cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA), dan peninjauan pameran oleh Presiden RI,” paparnya.

Amruzi Minha menambahkan, acara ini direncanakan akan dibuka langsung Presiden RI dan dihadiri jajaran menteri kabinet, gubernur dan bupati/wali kota seluruh Indonesia, duta besar negara sahabat, perwakilan organisasi internasional, organisasi dan asosiasi petani, nelayan, ketua Gapoktan seluruh Indonesia, petugas lapangan di lingkup sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan (seperti penyuluh, mantri tani, mantri statistik, mantri kecamatan, jaga wana), PKK, masyarakat agribisnis Indonesia dan pelaku usaha.

“Diperkirakan pada hari puncak peringatan HPS ini akan dihadiri 4.000 orang undangan, “ ujarnya.
Peringatan HPS ini bertujuan untuk meningkatnya kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penangan masalah pangan baik di tingkat global, regional dan khususnya tingkat nasional.

Serta memperkokoh solidaritas antar bangsa dalam usaha memberantas kekurangan pangan dan gizi yang masih dialami oleh sebagian penduduk dunia terutama di negara berkembang.

Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini diantaranya masyarakat luas mengetahui peran pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu tumbuhnya kesadaran seluruh lapisan masyarakat terhadap potensi sumberdaya alam, serta tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan terkait dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Sumber : (http://www.sindonews.com)

Harga Pangan

 
No. Komoditas

    Harga

1. Tepung Terigu Rp.6.611,-/kg
2. Minyak Goreng Rp.11.808,-/kg
3. Daging Sapi Murni Rp.107.556,-/kg
4. Telur Ayam Ras Rp.17.270,-/kg
5. Daging Ayam Ras Rp.28.849,-/kg
6. Cabe Merah Keriting Rp.21.502,-/kg
7. Bawang Merah Rp.25.960,-/kg
8. Gula Pasir Lokal Rp.12.835,-/kg
9. Kedelai Biji Kering Rp.8.439,-/kg
10. Jagung Pipilan Kering Rp.5.856,-/kg
11. Beras Premium Rp.10.545,-/kg
12. Beras Medium Rp.9.110-/kg
13. Beras Termurah Rp.7.956,-/kg

 

Catatan :   Sumber Data Enumerator Panel Harga Pangan dari 27 Kab/Kota

 

  Minggu III April  2017 , Keadaan Tgl 17/4/2017

 

  Data Yang Disajikan Adalah Harga Rata-Rata Dari 27 Kab/Kota

Selengkapnya

INFORMASI HARGA PANGAN

Harga Gabah

No. Kabupaten

    Harga GKP           Tk Petani

1. Kab. Cilacap Rp.3.000,-/kg
2. Kab. Banyumas  Rp.3.300,-/kg
3. Kab. Purbalingga Rp.3.350,-/kg
4. Kab. Banjarnegara Rp.3.400,-/kg
5. Kab. Kebumen Rp.0,-/kg
6. Kab. Purworejo Rp.3.100,-/kg
7. Kab. Wonosobo Rp.4.000,-/kg
8. Kab Magelang Rp.3.800,-/kg
9. Kab.Boyolali Rp.3.100,-/kg
10. Kab. Klaten Rp.3.800,-/kg
11. Kab Sukoharjo Rp.4.000,-/kg
12. Kab. Wonogiri Rp.3.200-/kg
13. Kab. Karanganyar Rp.3.800,-/kg
14. Kab. Sragen Rp.3.900,-/kg
15. Kab. Grobogan Rp.4.000,-/kg
16. Kab. Rembang Rp.3.800-/kg
17. Kab. Temanggung Rp.4.000-/kg
18. Kab. Kendal Rp.4.100,-/kg
19. Kab. Batang Rp.3.700,-/kg
20. Kab. Pemalang Rp.3.600,-/kg
21. Kab. Tegal Rp.4.200,-/kg
22. Kab. Brebes Rp.3.800,-/kg
23. Kab. Pekalongan Rp.3.600,-/kg
  Rata-rata Rp.3.677-/kg
  Tertinggi Rp.4.100,-/kg
  Terendah Rp.3.100,-/kg

Selengkapnya

INFORMASI HARGA PANGAN

Statistic User

Pengunjung hari ini : 170
Total pengunjung : 395580
Hits hari ini : 428
Total Hits : 1825143
Pengunjung Online : 6