16 SEPTEMBER 2015 Admin Website BKP Jateng

Boyolali merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan luas wilayah 101.510,196 ha, terdiri dari lahan basah/sawah seluas 22.870 ha dan lahan kering seluas 78.679,3667 ha meliputi lahan pekarangan 25.325 ha lahan tegalan seluas 30.480,7 ha dan hutan negara seluas 17.069 ha. Hutan Negara terbagi menjadi dari hutan produksi seluas 14.385 ha dan hutan konservasi seluas 2.234 ha. Boyolali mempunyai komoditas unggulan pangan yang beragam meliputi tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan yang berciri khas sebagai produk unggulan berbasis kearifan kearifan lokal.

Dibawah kepemimpinan Drs. Seno Samodro pembangunan Kabupaten Boyolali dilaksanakan untuk mewujudkan visi Kabupaten Boyolali Yang Lebih Sejahtera, Berdaya Saing Dan Pro Investasi”. Misi pembangunan yang ditetapkan “meningkatkan perekonomian rakyat dengan menciptakan iklim usaha dan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan sumber daya manusia sebagai pendukung dalam rangka peningkatan daya saing daerah “.

 

 

Dalam pembangunan ketahanan pangan, Drs. Seno Samodro berhasil meningkatkan penyediaan beberapa komoditas pangan pokok lokal seperti produksi pepaya varietas unggulan “MJ9” dengan total produksi 285.000 Ton pada tahun 2012.  Selain itu, produksi padi Kab. Boyolali  yang setiap tahun surplus rata-rata 50.000 ton telah membawa beliau meraih penghargaan dari presiden RI untuk peningkatan produksi padi diatas 5 % per tahun. Boyolali juga menjadi penghasil dan penyangga kebutuhan susu dan daging terbesar di Jawa Tengah serta berkontribusi penting di tingkat nasional.

Pertumbuhan produksi pangan yang cukup tinggi telah mendorong pemantapan ketahanan pangan masyarakat,yaitu : (a) ketersediaan protein yang dikonsumsi penduduk Boyolali adalah sebesar 92,68 gram per kapita per hari, lebih tinggi 62,43 % dari standar AKG yang dianjurkan, yaitu 57 gr/kapita/hari. Ketersediaan protein yang tinggi ini juga didukung oleh tingkat produksi kelompok padi-padian yang tinggi yaitu komoditas padi dan jagung.
(b) Ketersediaan pangan dari tahun 2011 s/d 2013 mengalami surplus pada komoditas utama yaitu padi, jagung dan ubi kayu.

Beberapa kegiatan khusus juga didorong untuk mendukung pemantapan ketahanan pangan, seperti pemberian bantuan pangan daerah, pengembangan cadangan pangan masyarakat, peningkatan keterjangkauan pangan meliputi upaya untuk mendukung usaha pangan kelompok, peningkatan diversifikasi pangan dan pengolahan pangan pokok lokal.

Dalam upaya memantapkan ketahanan pangan ketahanan dan kemandirian pangan masyarakat, telah dilaksanakan berbagai program unggulan, yaitu : (a) program pembangunan infrastruktur ; (b) program penyediaan/bantuan sarana produksi dan sumber dana; (c) program ekstensifikasi dan optimalisasi pemanfaatan lahan ; (d) program pengendalian OPT/pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak/pengawasan dan pengendalian perikanan; (e) penyedian/bantuan alat mekanisasi tanaman pangan/hortikultura/peternakan/perikanan/perkebunan; (f) dukungan program/kegiatan penyuluhan tanaman pangan/hortikultura/perkebunan/perikanan/peternakan serta
(g) Dukungan pengembangan usaha bagi masyarakat miskin/rawan pangan,seperti PNPM,Demapan,PUAP,dll. *) Kontributor Subbag Program