21 08:08:23 DESEMBER 2017 Jona Admin PPID DISHANPAN JTG

( Rabu, 20 Desember 2017  )Wakil Gubernur Provinsi Jawa Tengah bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan wakil Bupati Demak mengawali panen padi di Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar , Kabupaten Demak . Sejauhmata memandang, hamparan sawah seluas 136 hektar nampak menguning  dan siap di dipanen, dari hamparan ini berapa banyak orang yang menggantungkan harapan di tiap jengkalnya . "Petani Sejahtera, Demak ku Makmur “


Ikut Hadir pada kesempatan Panen Perdana tersebut

Ka. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah

Ka. BPTP

Ka. Distabun Jateng

Ka. Polres

Dandim

Dan Kades Setempat

 


 

"Kita bisa saksikan sendiri. Banyak hamparan sawah yang siap panen. Dan saat ini, dimana-mana sedang dilakukan panen. Jadi, jangan khawatir kita kekurangan beras," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi saat melakukan panen perdana MT I bersama wakil gubernur Jawa Tengah, Heru Sudjatmoko, yang didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Wakil Bupati Demak, Kadis Ketahanan Pangan dan Perkebunan Jateng serta Kadistan Pangan Kab. Demak dan lainnya

Adanya panen dimana-mana, kata Agung, selain karena program dari Kementerian Pertanian melalui Upsus Pajale, juga adanya support dari Pemerintah Daerah dan Dinas-Dinas.

"Inikan manfaat dari program Pajale dengan melakukan luas Tambah Tanam, dan saat ini kita menikmati hasilnya," kata Agung.

"Kalau biasanya setiap bulan Nopember - Januari, kita dihantui paceklik, sekarang yang kita lakukan adalah panen," tambah Agung.

 


 

Senada dengan Agung, Wakil Gubernur Jateng Tengah, Heru Sudjatmiko juga mengatakan tidak ada paceklik. "Saat ini kita sedang panen, bahkan di Demak Barat akan dilakukan panen sampai bulan Pebruari 2018," kata Heru.

"Jadi tidak ada paceklik. yang ada justru kami lakukan panen" tambah Heru.

Berdasarkan Aram 2, Jawa Tengah mampu menghasilkan beras sebanyak 6,1 juta ton. Dengan kebutuhan 3,1 juta juta ton, sehingga terjadi surplus sebanyak 2,9 juta ton lebih.

"Kabupaten Demak ini penyumbang terbesar beras nomor 3 di Jawa Tengah, setelah Cilacap dan Grobogan" ujar Heru.

"Dengan adanya surplus beras, selain kita tidak perlu melakukan impor, tetapi kedaulatan pangan kita akan semakin mantap," ujar Heru.

Sedangkan untuk harga pangan di Jawa Tengah menjelang Natal dan Tahun Baru 2018 relatif aman dan terkendali.


"Kita sudah lihat tadi bahwa ketersediaan pangan cukup, bahkan untuk beras sudah surplus. Harga pangan pun aman dan terkendali," jelas Suryo Banendro Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengan.

Acara dilanjutkan ke Toko Tani Indonesia ( TTI ) “ Tani Makmur “  dan di Penggilingan “ UD. Sanjaya “  Ds. Cabean Demak. Acara di teruskan peninjauan ke Gudang Bulog Katon Sari Sub Divre Semarang . Stok ada 9.000 ton cukup untuk 8  bulan kedepan.

 

 

 

 

 Sumber :

Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian 

Twitter DISHANPAN