12 NOVEMBER 2015 Jona Admin Website

Pengembangan Desa mandiri Pangan (DMP), kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan di desa dengan prosentase KK miskin >30%, dengan karakteristik kualitas sumberdaya masyarakat rendah, terbatasnya sumber daya modal, akses teknologi dan infrastruktur pedesaan telah dilaksanakan oleh Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2005. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, sehingga dapat memenuhi kecukupan gizi rumah tangga, yang akhirnya berdampak terhadap penurunan kerawanan pangan dan peningkatan gizi masyarakat miskin di pedesaan.

Sampai dengan tahun 2014 sudah 305 desa ditangani baik bersumber dari APBD maupun APBN. Tahun 2015 ini dari dana APBD, Pengembangan DMP dilaksanakan di 22 desa untuk 44 kelompok afinitas.

Salah satu pengembangan kegiatan di lokasi DMP, antara lain yaitu Pemberdayaan Lembaga Keuangan Desa (LKD). LKD adalah lembaga yang ditumbuhkan oleh kelompok bersama masyarakat yang beranggotakan sub-sub kelompok afinitas untuk mengelola keuangan sebagai modal usaha produktif, yang kemudian dikembangkan menjadi lembaga pelayanan usaha produktif masyarakat. Keuangan tersebut dapat bersumber dari swadaya masyarakat, bantuan pemerintah, maupun dana rutin desa.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan peranan dan fungsi LKD dengan manajemen usaha yang baik, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pelatihan Manajemen Pemberdayaan LKD. Tahun 2015, kegiatan ini dilaksanakan dalam 3 Angkatan, yaitu di Batang, Surakarta dan Demak dengan sasaran kegiatan kelompok LKD pada DMP binaan Badan Ketahanan Pangan Prov. Jateng.  Untuk Angkatan I diselenggarakan di Batang, 10-11 November 2015, dengan peserta sebanyak 40 orang, terdiri dari LKD Kabupaten Kendal, Batang, Pekalongan, Pemalang, Tegal, Brebes, Temanggung dan Kota Semarang.

Sebagai narasumber antara lain dari Bapermades, Dinperindagkop, BRI Kantor Cabang Batang, Pelaku Usaha dan PPL Pendamping DMP yang akan menyampaikan materi tentang upaya-upaya untuk pengembangan usaha ekonomi berbasis pemberdayaan masyarakat, manajemen usaha serta akses kelompok usaha terhadap permodalan dan CSR.

Diharapkan LKD mempunyai peran untuk melatih dan menekankan pada aspek pendidikan bagi masyarakat miskin untuk berorganisasi, mempunyai ketrampilan, kedisiplinan, tanggungjawab, serta melatih kemandirian. Selain itu apabila sudah kuat LKD dapat sebagai penghubung dengan lembaga – lembaga perbankan, LKD dapat sebagai penghubung menjalin kemitraan usaha. Selain Itu LKD mempunyai peran secara aktif dalam upaya memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan ketahanan perekonomian wilayah serta berpartisipasi dalam kegiatan usaha. Sebagai lembaga pemberdayaan yang merupakan wahana integrasi sosial dan menjembatani, sebagai mitra Pemerintah dan Swasta dalam upaya pelayanan permodalan usaha maka LKD mempunyai peran dalam meningkatkan pendapatan KK miskin.