03 NOVEMBER 2015 Jona Admin Website BKP Jateng

        Penanganan keamanan pangan segar telah menjadi perhatian dunia mengingat bahan pangan segar adalah produk yang memiliki karakteristik mudah rusak akibat terkontaminasi oleh cemaran bahan lain antara lain cemaran fisik, kimia maupun mikrobiologi. Keamanan pangan tidak hanya berpengaruh pada kesehatan manusia, akan tetapi juga menentukan nilai ekonomi (dapat meningkatkan nilai daya saing). Oleh karena itu dalam perdagangan internasional telah ditetapkan persyaratan keamanan pangan segar (di Indonesia digunakan standart Indo GAP).

Untuk meningkatkan pendapatan para petani kita (khususnya para petani hortikultura buah/sayur), maka kita harus bisa meningkatkan Nilai Tambah dan Daya Saing produk pangan segar yang dihasilkan oleh para petani kita yaitu melalui penanganan pasca panen yang baik dan benar meliputi pencucian/pembersihan dari benda lain, Sortasi/grading, packing dan Labeling. Dengan perlakukan tersebut maka konsumen akan lebih tertarik sehingga mau memberikan harga yang lebih baik, dengan demikian bisa meningkatkan Nilai Tambah bagi petani.

Namun akhir –akhir ini tuntutan dari konsumen tidak hanya tampilan yang menarik tetapi juga harus ada jaminan bahwa pangan segar tersebut (Buah dan sayur) harus aman untuk di konsumsi atau bebas dari cemaran bahan yang berbahaya, untuk itu OKKP-D melakukan pengawasan terhadap proses produksi mulai dari penanganan budidaya hingga penanganan pasca panen agar produk yang dihasilkan memenuhi standart keamanan pangan sehingga berhak mendapatkan Sertifikat prima 3 sebagai jaminan bahwa bahan pangan segaqr tersebut aman untuk dikonsumsi.

          Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para petani mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan kemauan untuk menerapkan standart keamanan pangan segar pada proses produksi hingga pasca panen. Pelatihan ini diikuti oleh para anggota kelompok tani di sekitar Tawangmangu (daerah sentra sayuran).

Suharsono.