02 09:59:44 FEBRUARI 2016 Jona Admin Website BKP Prov. J

Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) bertujuan memberikan dorongan dan dukungan pada penyediaan produk pangan yang lebih beragam, bergizi seimbang, dan aman untuk dikonsumsi, termasuk produk pangan yang berbasis sumberdaya lokal. Bisnis pangan lokal kini banyak dikembangkan di banyak daerah di Jawa Tengah, namun mengingat keterbatasan daya simpan pangan lokal secara umum, maka perlu dikembangkan inovasi dan penggunaan teknologi beserta pendampingannya yang disesuaikan dengan kearifan lokal.

Salah satu upaya untuk mendukung P2KP serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia adalah dengan melaksanakan Pelatihan Pengolahan Pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi UKM bidang pangan, maupun catering. Tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan ketrampilan peserta tentang pengolahan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).


Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah telah menyelenggarakan Pelatihan Pengolahan Pangan B2SA pada hari Selasa s/d Rabu tanggal 26 s.d 27 Januari 2016, bertempat di Pendopo Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara dengan peserta sebanyak 40 orang dari masyarakat di wilayah tersebut.

Pelatihan Pengolahan Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang serta Aman (B2SA) Berbasis Sumberdaya Lokal di buka oleh Plt Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan. Pembukaan di hadiri  oleh  Kepala Kantor Ketahanan Pangan (KKP) Kab. Jepara, Camat diwakili oleh Sekcam Kecamatan Bangsri, Pokja 3 Kecamatan Bangsri, dan mahasiswa KKN Undip yang ada di wilayah Kecamatan Bangsri.

Adapun narasumber dan materi yang disampaikan adalah sebagai berikut: 1). Pentingnya  Penggunaan  Label pada Kemasan Oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan  Kabupaten Jepara, 2). Keamanan Pangan Oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, 3). Olahan Pangan Lokal Berbahan Baku Tepung Mocaf menjadi Sushi dan Ifumi Oleh AKS Ibu Kartini Semarang, 4). Olahan Pangan Bersumber Bahan Lokal Oleh UPPKS Lestari MU.

Kami berharap pelatihan-pelatihan seperti ini bisa ditingkatkan, mengingat banyak masyarakat yang masih membutuhkan. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), keamanan pangan serta cara pengolahan pangan yang baik dan benar. Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.