20 NOVEMBER 2015 Jona Admin Website BKP jateng

Program Peningkatan Produksi dan Pemasaran Beras Unggul di Jawa Tengah ini  merupakan program dengan pendekatan Public-Private Partnership (PPP), melibatkan 7 lembaga, yaitu: ICCO; Yayasan Jateng Berdikari (YJB), Bank Jateng; Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng (BKP);  VECO; PT. Unggul Niaga Sejahtera (UNS) dan PT. Sebelas Maret Berdikari (SMB).  Penandatanganan Kerjasama Program Peningkatan Produksi dan Pemasaran Beras Unggul di Jawa Tengah dilaksanakan pada tanggal 18 Nopember 2015, di Balai Desa Towangsan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah (Bapak Ganjar Pranowo) dan Bupati Klaten (Sunarna).

Program tersebut merupakan salah satu upaya exit strategi untuk pemberdayaan gapoktan Penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (P-LDPM), yang telah memasuki pasca Kemandirian.  Ketujuh lembaga tersebut membentuk konsorsium dan bergotongroyong menyumbang tenaga maupun materi untuk pelaksanaan progam tersebut. Untuk pendampingan Program selama 4.5 tahun telah dialokasikan dana senilai  1.9 juta Euro dan Pemerintah Belanda, melalui program FDOV  ini mensubsidi dana  program sampai dengan 49%.

Tujuan program ini adalah untuk peningkatan  pendapatan 10.000 petani padi serta peningkatan kapasitas dan peranan  Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) di 29 Kabupaten se Jawa Tengah agar menjadi Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang profesional dan terus berkembang.

Upaya untuk Peningkatan pendapatan petani Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) di 29 Kabupaten,  diupayakan melalui: 1).  Peningkatan produksi dengan menerapkan tata kelola pertanian yang baik (Good Agriculture Practices – GAP) - oleh VECO dan PT. UNS (Unggul Niaga Sejahtera); 2). Penyediaan benih berkualitas, pupuk organik, dan pupuk kimia  - oleh Perusda CMJT (Citra Mandiri Jawa Tengah) dan PT. SMB (Sebelas Maret Berdikari) ; 3). Asuransi pertanian – oleh Jamkrida atau Askrindo; dan 4). Jaminan pasar – oleh PT. SMB (Smart Berdikari) dan PT. Tiga Pilar. 

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan Yayasan Jateng Berdikari (YJB) melakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani dan LDPM dalam proses budidaya dan pasa panen serta pengembangan kelembagaan. Pengurus LDPM akan dilatih dalam tata kelola lembaga bisnis, internal management, pemasaran dan networking,  termasuk akses ke perbankan.

Program ini merupakan model percontohan proyek Public-Private Partnership (PPP) yang dapat dikembangkan di komoditas lain dan juga diwilayah lain di  Jawa Tengah dan nusantara. Bahkan dengan dipilihnya LDPM di 29 kabupaten se Jawa Tengah diharapkan akan dapat terus berkembang di masing masing kabupaten dengan merangkul lebih banyak petani.