27 13:20:24 APRIL 2018 Admin PPID DISHANPAN

Pendamping desa mandiri pangan diingatkan untuk lebih dapat kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pendampingan kepada kelompok afinitas agar pelaksanaan kegiatan Desa Mandiri Pangan dapat mencapai keberhasilan sesuai yang diharapkan yaitu dapat menurunkan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah.

 

 


“Meskipun pendamping mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda-beda, bukan hanya dari lingkup pertanian namun harus selalu memotivasi diri untuk dapat menngkatkan kapasitasnya dalam melakukan pendampingan kepada kelompok. Pendamping harus aktif berkoordinasi lintas sektoral dan bersinergi dengan kegiatan lain di luar kegiatan yang dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan, karena keberhasilan kegiatan Desa Mandiri Pangan tidak dapat tercapai dengan optimal tanpa dukungan program/kegiatan lain yang dapat mendukung keberhasilan dalam penurunan tingkat kemiskinan di Jawa Tengah, “kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Suryo Banendro dalam pengarahannya kepada Sarjana pendamping Desa Mandiri Pangan pada Jumat, 27 April di ruang Sidang Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Pada tahun 2018, melalui dana APBD Provinsi Jawa Tengah sebanyak 30 Desa yang mendapatkan bantuan kegiatan Desa Mandiri Pangan tersebar di 10 Kabupaten yaitu Banyumas, Kebumen, Purworejo, Batang, Pemalang, Demak, Jepara, Pati dan Sukoharjo. Desa Mandiri Pangan adalah desa yang masyarakat-nya mempunyai kemampuan untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi. Persyaratan desa untuk mendapatkan bantuan kegiatan Desa Mandiri Pangan adalah termasuk desa miskin sesuai dengan data Pendataan program Perlindungan Sosial (PPLS) Tahun 2011 atau Basis Data Terpadu (BDT) Tahun2015. Adapun bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah adalah 30 ekor kambing/domba dan alat pengolah pangan kepada masing-masing kelompok dengan jumlah kelompok per desa sebanyak 2 (dua) kelompok.

Sampai dengan tahun 2018, sebanyak 428 lokasi Desa Mandiri Pangan yang merupakan binaan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah baik dari dana APBN maupun APBD I yang tersebar di 31 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.



Sementara itu, Catarina, salah seorang pendamping Desa Mandiri Pangan dari Kabupaten Klaten menyampaikan bahwa saat ini kelompok afinitas yang didampingi ingin berkembang dengan membudidayakan tanaman hijauan pakan ternak jenis indigofera namun kelompok masih merasa kesulitan untuk mendapatkan karena bibit tanaman baru dapat diperoleh dari BPTP. Selain itu kelompok juga berinisiatif untuk melakukan kegiatan pengembangan pekarangan.

Menanggapi hal itu, Suryo Banendro berjaanji akan mengakomodir keinginan kelompok afinitas dan hal ini sebagai contoh inovatif dari seorang pendamping yang mampu mensinergikan kegiatan Desa Mandiri Pangan dengan kegiatan/program lain untuk mendukung keberhasilan kelompok.