31 13:26:44 MARET 2016 Jona Admin Data Base

Pangan adalah komoditas strategis karena merupakan kebutuhan dasar manusia. Pangan tidak saja berarti strategis secara ekonomi, tetapi juga sangat berarti dari segi pertahanan dan keamanan, sosial, dan politis. Oleh karenanya pangan tidak dapat diabaikan dalam kebijakan ekonomi suatu negara, sehingga pengelolaan pangan secara berencana merupakan suatu keharusan yang perlu diupayakan dengan sebaik-baiknya. Dalam usaha pemenuhan kebutuhan pangan, pemerintah berupaya secara maksimal agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi. Dilihat dari potensi pangan lokalnya, Jawa Tengah memiliki jumlah produksi ubi kayu sebesar 3.97 juta ton, jagung 3.05 juta ton, dan ubi jalar 179.39 ribu ton (BPS, 2015). Komoditi tersebut sangat potensial jika dapat dimanfaatkan maksimal untuk kemakmuran rakyat Jawa Tengah.

Dalam rangka mengurangi konsumsi beras dan terigu dan optimalisasi pemanfaatan pangan lokal di Jawa Tengah, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Model Pengembangan Pangan Pokok Lokal (MP3L).

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 21 Maret 2016 telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Model Pengembangan Pengolahan Pangan Lokal (MP3L), bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan undangan sebanyak 40 orang terdiri dari unsur pemerintahan yaitu Badan/ Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten dan UKM lokasi MP3L yaitu Kab. Kebumen, Kab. Wonogiri, Kab. Temanggung, Kab. Pati dan Kab. Grobogan.

Forum Pengembangan Pangan Lokal di buka oleh Plt Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan serta sambutan pengarahan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah Ir. Whitono, M.Si. Materi disampaikan oleh 5 orang aparat Perwakilan Badan/ Kantor Ketahanan Pangan yang menangani kegiatan MP3L.

Berdasarkan materi-materi yang dipaparkan, kabupaten lokasi MP3L menyampaikan kegiatan berjalan dan permasalahan yang dihadapi serta rencana tindak lanjut dari kegiatan MP3L ini. Beberapa hal yang dapat diambil kesimpulannya, kabupaten lokasi MP3L dengan UKM produsen akan terus melakukan pengembangan baik jenis produk, pemasaran, maupun kualitas SDM pengolah. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan kegiatan MP3L di 5 lokasi kabupaten ini akan berjalan secara optimal dan berlanjut demi penyediaan produk pangan lokal sumber karbohidrat non beras non terigu secara mandiri di Jawa Tengah.