18 APRIL 2017 Jona Admin PPID DISHANPAN
Rakor Koordinasi Ketersediaan Pangan Tahun 2017 , Diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah  bertempat di Hotel C 3 Ungaran, pada tanggal 18 April 2017 dengan dihadiri :
  • Tim Ketersediaan Pangan dan NBM Provinsi Jawa Tengah;
  • Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten: Banyumas, Brebes, Pati, Semarang, Surakarta dan Kota.

Acara dibuka Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ir. Sadi, MSi yang menyampaikan :

Rapat Koordinasi Ketersediaan Pangan  dilaksanakan untuk mengetahui situasi dan kondisi produksi pangan dari masing-masing subsektor sekaligus untuk menghitung ketersediaan pangan di Jawa Tengah. Ini perlu dilakukan dengan maksud agar dapat mengidentifikasi potensi dan permasalahan yang timbul dalam pengembangan cadangan pangan masyarakat sekaligus untuk mengadakan pembinaan, pengembangan alternatif peningkatan ketersediaan dan cadangan pangan.

Lebih lanjut Ketersediaan Pangan pada intinya diarahkan pada pemenuhan Pangan dengan memanfaatkan sumberdaya alam (SDA),agar ketersediaan pangan dapat diketahui perkembangannya setiap saat, maka perlu dilakukan pelaporan secara rutin dari waktu ke waktu  secara berkelanjutan, dengan ketersediaan data yang ada, maka dapat dibuat langkah-langkah strategis untuk meminimalis pengurangan produksi dan menyiapkan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan produksi.

Pada kesempatan ini kami ingin menyampaikan bahwa, pembangunan ketahanan pangan di Jawa Tengah telah menunjukkan kinerja yang cukup baik. Secara makro prediksi kondisi ketahanan pangan Jawa Tengah tahun 2016 dalam kondisi yang mantap dan stabil dan cukup untuk 7 sampai dengan 8 bulan kedepan, estimasi Ketersediaan Pangan berdasarkan angka sementara (ASEM) tahun 2016 untuk padi yaitu :

Produksi mencapai            : 11.473.161 ton;

Penyediaan mencapai        :   6.816.753 ton;

Kebutuhan mencapai         :   3.262.431 ton;

Surplus mencapai              :   3.554.322 ton.

 


Apabila kita menengok melalui ASEM 2016 komoditas pangan mengalami surplus yaitu padi 3.554.322 ton, Jagung 3.154.127 ton, Kacang tanah 87.705 ton, kacang hijau 76.081 ton, ubi kayu 3.169.521 ton, ubi jalar 114.770 ton, daging 61.936 ton, telur 52.069 ton, susu 10.511 ton, ikan 222.528 ton, cabai merah 67.321 ton, cabe rawit 27.372 ton, bawang merah 425.955 dan ada beberapa komoditas yang mengalami minus diantaranya kedelai 233.420 ton, Gula 241.046 ton dan Garam 16.557 ton. Dengan adanya surplus beberapa komoditas pangan ini, Jawa Tengah telah memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap terwujudnya Ketahanan Pangan Nasional, namun demikian dari daya dukung alam untuk menghasilkan produk pangan cenderung terus berkurang dan rentan terhadap berbagai macam perubahan. Di sisi lain, kebutuhan pangan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang pesat, untuk itu perlu adanya trobosan-trobosan dalam rangka memperkokoh ketersediaan dan cadangan pangan masyarakat dengan pemberdayaan/optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan yang tidak tersentuh atau kurang dimanfaatkan melalui pengembangan umbi-umbian, sebagai sarana memperkokoh ketersediaan dan cadangan pangan masyarakat.
 

Salah satu Nara sumber dari Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Bapak Totok menyampaikan bahwa Data salah satunya Data Sektoral merupakan kewajiban dari Dinas terkait untuk mengelola dan mengolahnya, termasuk data Ketersediaan dan Neraca Bahan Makanan (NBM) yang dikelola DISHANPAN Prov. Jateng, namun untuk update dan keakuratan data dasar maka perlu dukungan semua pihak, karena data ini diacu untuk melihat keseimbangan pangan komoditas strategis, sehingga bila ada kendala dapat segera diselesaikan.

 

Diskusi peserta antara lain menyampaikan bahwa Kabupaten kota juga perlu membuat data tersebut (Ketersediaan, NBM, Ketersediaan menjelang HBKN dll) karena sebagai acuan pembuat kebijakan di wilayahnya,  Sedang dari tim Ketersediaan dan NBM sepakat untuk mendukung data yang akan diolah DISHANPAN secara rutin , ter update dan akurat sehingga datadapat dipertanggung jawabkan.

 

( Kegiatan Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan )