21 MARET 2016 Jona Admin Webiste

Rapat Koordinasi Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dengan Interchurch Organization for developing Cooperation ( ICCO ) South East Asia and Pasifik terhadap  evaluasi keberlanjutan progam peningkatan produksi dan pemasaran beras premium di Jawa Tengah . Progam ini merupakan kegiatan dengan pendekatan Public-Private Partnership ( PPP ), dari konsorsium yang melibatkan 7 lembaga , yaitu : ICCO ; Yayasan Jateng Berdikari ( YJB) ; Bank Jateng  ; Badan Ketahanan Pangan Prov. Jateng ; VECO ; PT. UNS ( Produsen Pupuk Cair ) dan PT. Smart Berdikari . Ketujuh lembaga tersebut membentuk konsorsium dan bergotong-royong menyumbang tenaga maupun tunai untuk pelaksanaan progam senilai 1.9 Juta Euro selama 4-5 tahun. Pemerintah Belanda , melalui progam FDOV mensubsidi dana progam sampai dengan 49%

Tujuan progam peningkatan produksi dan pemasaran beras ptremium di Jawa Tengah yaitu untuk peningkatan pendapatan 10.000 petani padi serta peningkatan kapasitas dan peran Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat ( LDPM ) di 29 Kabupaten di Jawa Tengah agar menjadi Badan Usaha Milik Petani ( BUMP) yang Profesional dan terus berkembang.


Peningkatan pendapatan petani diupayakan melalui :

  1. Peningkatan Produksi dengan menerapkan tata kelola pertanian yang baik ( Good Agriculture Practices –GAP )-  oleh VECO dan PT. UNS ;
  2. Penyediaan benih berkualitas , pupuk organik, dan pupuk kimia – oleh Perusda CMJT dan PT SMB ;
  3. Asuransi Pertanian – Jamkrida atau Akrindo ; dan
  4. Jaminan Pasar – PT. SMB dan PT. Tiga Pilar

Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan YJB melakukan Pelatihan Pendampingan Kepada Petani dan LDPM dalam proses budidaya  dan pasca panen serta pengembangan kelembagaan. Pengurus LDPM akan dilatihn dalam tatat kelola lembaga bisnis , internal management , pemasaran dan networking, termasuk akses perbankan. Progam ini merupakan model percontohan proyek PPP yang dapat di kembangkan di momoditas lain dan juga diwilayah lain di Jawa Tengah dan Nusantara. Bahkan dengan dipilihnya , dilakukan di 29 Kabupaten di Jawa Tengah tiap-tiap LDPM akan dapat terus berkembang di masing-masing Kabupaten dengan melibatkan lebih banyak petani.