06 02:20:01 FEBRUARI 2015 Admin

Untuk mewaspadai keamanan produk pangan yang beredar di masyarakat pada Bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, petugas dari Badan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, dan Balai Besar POM Semarang yang tergabung dalam Tim Sistem Keamanan Pangan Terpadu (SKPT) Provinsi Jawa Tengah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional di Kota Semarang, yaitu Pasar jatingaleh dan Pasar Modern pada 17 Juni 2014. Razia dilakukan mengingat kebutuhan konsumsi makanan saat Ramadan hingga Lebaran akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Razia untuk mengantisipasi peredaran makanan berbahaya bagi kesehatan.

Dalam kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Ir. Gayatri Indah Cahyani, MSi itu dilakukan dengan cara memeriksa beberapa sampel pangan menggunakan rapid test kit dan mobil pengawasan pangan segar yang disiagakan di pasar tersebut. Selain itu dilakukan pula pemeriksaan terhadap kemasan produk apakah sesuai dengan persyaratan seperti tanggal kadaluarsa, kerapatan kemasan dan keutuhan kemasan. Hasil pengujian menggunakan Rapid Tes Kit oleh Petugas dari BB POM terindikasi adanya enggunaan Formalin pada pangan antara lain Mie Basah dan Teri Nasi yang diperdagangan di pasar tradisional, sedangkan yang diperdagangkan di pasar Modern tidak terdeteksi.

Menurut Ir. Gayatri Indah Cahyani, MSi “ jika para pedagang menggunakan bahan-bahan tersebut akan berbahaya jika dikonsumsi masyarakat. Bahaya yang dapat ditimbulkan adalah mengganggu metabolisme tubuh yang dapat menyebabkan gangguan pada ginjal, serta menimbulkan kanker. Jika ditemui ada pedagang yang menggunakan zat-zat berbahaya, pihaknya melakukan pendekatan secara persuasif terhadap pedagang untuk menghindari bahan-bahan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan.

Kendati dilakukan secara mendadak, sidak yang dilakukan Tim SKPT provinsi Jawa Tengah itu berjalan lancar. Tidak ada penolakan dari pedagang.

Menurut salah seorang pedagang yang kedapatan menjual makanan yang mengandung zat berbahaya, mengaku tidak tahu menahu kalau dagangannya menggunakan bahan berbahaya dan berjanji tidak akan menjual lagi