17 SEPTEMBER 2015 Jona Admin BKP Jateng

Berbagai upaya dan kebijakan telah dilakukan oleh Pemerintah, baik bersifat jangka pendek maupun jangka panjang mengacu pada permasalahan utama yang terjadi selama ini yaitu tingginya disparitas harga antara produsen dan konsumen yang mengakibatkan keuntungan tidak proporsional antara pelaku usaha. Harga yang tinggi di tingkat konsumen tidak menjamin petani (produsen) mendapatkan harga yang layak, sehingga diperlukan keseimbangan harga yang saling menguntungkan, baik di tingkat produsen maupun tingkat konsumen.

Berdasarkan permasalahan diatas, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Perum BULOG melakukan terobosan sebagai solusi permanen dalam mengatasi gejolak harga pangan yaitu melalui kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI), dengan tujuan : (1) menyerap produk pertanian nasional dengan harga yang layak dan menguntungkan petani  khususnya bahan pangan pokok dan strategis, (2) mendukung stabilisasi pasokan danharga pangan pokok dan strategis, (3) memberikan kemudahan akses konsumen/masyarakat terhadap bahan pangan pokok dan strategis, dengan harga yang terjangkau dan murah, jelas Ir. H.Soenarno, M.Si.

Lebih lanjut, Kabid Distribusi Pangan BKP Jateng menjelaskan bahwa TTI merupakan upaya Pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok strategis, rantai distribusi pemasaran yang terintegrasi agar lebih efisien, harga konsumen dapat ditransmisikan dengan baik kepada harga petani (produsen), informasi pasar antar wilayah berjalan dengan baik, mencegah terjadinya Patron-Client (pemasukan pangan ke pasar suatu wilayah hanya boleh dipasok oleh pelaku usaha tertentu), dan mencegah penyalahgunaan market power oleh pelaku usaha tertentu.

Pada tahap awal pelaksanaan kegiatan TTI, telah ada Perjanjian Kerjasama antara Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI dan Dirut Perum BULOG Nomor: 213/HK.230/K/08/2015, Nomor : PK-143/DP000/08/2015 tentang Stabilitas Pasokan Dan Harga Bahan Pangan Pokok melalui Kegiatan Toko Tani Indonesia (TTI). Perjanjian Kerjasama ini, menurut Ir. Agus Sudjatono, dimaksudkan sebagai upaya bersama yang didasarkan asas saling membantu, saling mendukung dengan tidak melanggar peraturan perundang-undangan guna mendukung terwujudnya stabilitas pasokan dan harga pangan pokok serta sebagai landasan para pihak untuk melaksanakan kerjasama dengan pihak terkait.

Pada tahap persiapan di Jawa Tengah, telah disiapkan 5 calon TTI  di wilayah kota Semarang yaitu : (1) TTI di Kantor Bulog Divre Jateng, (2) TTI Lovely di Pasadena, (3) TTI Tiredi di Kedungmundu, (4) TTI Supandi di Mrican, dan (5)  TTI Adi Suprapto di Sambiroto.
*)Kontributor Subbid Analisis Harga dan Akses Pangan