GELAR TOKO TANI INDONESIA MEMBANTU MASYARAKAT MEMPEROLEH KEBUTUHAN PANGAN DENGAN HARGA TERJANGKAU
Gelar Toko Tani Kota Salatiga – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yaitu pada bulan puasa, dan idhul fitri, masyarakat sering dihadapkan dengan berbagai permasalahan antara lain :
- Meningkatnya harga karena meningkatnya permintaan dan perilaku pedagang yang cenderung meningkatkan harga secara tidak wajar.
- Kemungkinan terjadinya masalah pangan seperti penimbunan, pengoplosan, peredaran bahan pangan kadaluarsa.
- Tambahan bahan makanan yang membahayakan kesehatan (formalin, rhodamin, borak dll).
Pada saat ini kenaikan harga pangan sudah mulai dirasakan masyarakat walaupun bulan puasa masih seminggu lagi. Beberapa komoditas pangan mualai ada peningkatan yang signifikan seperti bawang putih, bawang merah, cabai dan telur. Peningkatan harga ini akan mengganggu daya beli masyarakat untuk memeperoleh bahan pangan yang dibutuhkan.
Kenaikan komoditas pangan menjelang HBKN ini disebabkan karena :
- pertama, meningkatnya permintaan beberapa komoditas pangan;
- kedua, ketidakseimbangan antara supply dan demand;
- ketiga terjadinya hambatan distribusi
- keempat, adanya psikologi pasar dimana pedagang memanfaatkan momentum HBKN (terutama hari raya idul fitri) untuk menaikkan harga komoditas pangan.
Pada sisi permintaan selama puasa dan idhul fitri akan terjadi peningkatan konsumsi pangan yang disebabkan karena :
- pertama, Konsumsi Rumah Tangga yang meningkat menjelang Ramadhan, selama bulan Ramadhan, dan menjelang Hari Raya Idul Fitri , serta pasca Idhul Fitri;
- kedua, kebutuhan industri pangan olahan terutama skala rumah tangga dan skala menengah akan meningkat tajam. Setiap menjelang HBKN industri pangan olahan meningkatkan produksinya. karena permintaan masyarakat yang meningkat, khususnya yang berada di perkotaan;
- ketiga, meningkatnya jumlah penduduk (instant) akibat kedatangan dari luar provinsi;
- keempat, peningkatan kebutuhan bahan pangan di rumah makan dan tempat umum; kelima, kultur masyarakat yang menyiapkan konsumsi rumah tangga pada bulan ramadhan dan idhul fitri berbeda dibanding hari-hari biasa.
Guna menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang beberapa hal perlu dilakukan antara lain:
- Memastikan ketersediaan/pasokan pangan cukup aman.
- Memantau ketersediaan dan harga pangan secara intensif untuk mengantisipasi secara dini kemungkinan terjadinya gejolak harga.
- Memberikan informasi ketersediaan dan harga pangan kepada masyarakat secara obyektif.
- Menghimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak dan tidak panic buying dan melakukan aksi konkrit melaui gerakan pasar murah dan stabilisasi harga secara massif.
Sebagai salah satu contoh aksi konkrit guna mengantisipasi naiknya beberapa harga pangan adalah “Gelar Toko Tani Indonesia” yang telah diselenggarakan oleh pemerintah kota Salatiga pada tanggal 27 – 28 April 2019 di Taman Tingkir Salatiga. Pada gelar Toko Tani Indonesia ini disiapkan beberapa stand termasuk Toko Tani Indonesia Center Jawa Tengah. Toko Tani ini yang menyediakan bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Selain itu ada juga stand industri rumah tangga olahan pangan, inovasi teknologi dll. Dengan rangkain kegiatan antara lain sarasehan Pembangunan Ketahanan Pangan dengan nara sumber wakil Walikota Salatiga dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Walikota Salatiga (Muh. Haris, SE, MSi), Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Provinsi Jawa Tengah (Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM), Kepala Dinas Pangan Kota Salatiga (Mustain), Kepala Seksi Harga Pangan Dishanpan Provinsi Jawa Tengah (Ir. Agus Sudjantono).














