SALATIGA – Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan Pemborosan Pangan. (Kamis, 4/7/2024)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari dalam sambutannya mengatakan Gerakan Stop Boros pangan harus digerakkan secara massif di seluruh wilayah administrasi yang peduli dengan lingkungan.
“Ternyata di Kota salatiga sudah ada Bank Sampah yang sudah terstruktur si setiap level administrasi. Ini sebenarnya piloting untuk menggerakkan peduli pencegahan pemborosan pangan yang geraknya digandeng dengan wilayah administrasi tidak hanya organisasi spot-spot yang sudah ada duluan.” Terang Dyah Lukisari.
“Kita optimalkan pangan berlebih layak konsumsi dengan mempertimbangkan dari segi gizi, etika, agama dari donor pangan terorganisir secara personal ataupun Lembaga ke penerima terorganisir antara lain miskin, berkebutuhan khusus, persoalan gizi.” Kata Titik Eka Sasanti Direktur Program Yayasan Gita Pertiwi
“BSI selalu aktif membantu Gerakan Stop Boros Pangan dengan mensosialisasikan mengelola pangan berlebih yang sudah tidak layak salah satunya dengan mengolahnya menjadi Kompos Rumah Tangga atau Kompos Kelompok.” Ujar Siti Sulami dari Bank Sampah Induk (BSI) Kota Salatiga
Sementara itu Erma Yulianti Peserta Sosialisasi dari Bank Sampah Manunggal Bersinar menuturkan, Pencegahan pemborosan pangan bisa berjalan baik jika ada kolaborasi keterpaduan antar dinas dengan baik.
