DISHANPAN Dorong Inovasi Olahan Sisa Pangan Jadi Produk Bernilai Ekonomi di PADI 2026
Temanggung, 27 April 2026 — Fenomena food waste atau sisa pangan yang terbuang sebenarnya menyimpan potensi ekonomi apabila dikelola secara tepat dan kreatif. Mengolah kembali sisa pangan dari dapur tidak hanya membantu menghemat pengeluaran rumah tangga, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga lingkungan dengan menekan timbulan sampah pangan.
Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah (DISHANPAN) bersama penggiat pangan terus mendorong inovasi pemanfaatan sisa pangan menjadi produk olahan yang memiliki nilai jual. Dalam kegiatan Edukasi Pencegahan Pemborosan Pangan pada Pekan Agro dan Inovasi (PADI) 2026, berbagai contoh produk kreatif berhasil ditampilkan kepada masyarakat.
Penggiat pangan “Berkah Pangan Lestari” menciptakan produk olahan dengan memanfaatkan sisa pangan antara lain:
• Lepet pisang dari pisang kematangan
• Bola-bola nasi dari nasi sisa yang diolah dengan mentega dan bawang
• Pastel “Wobiskem” (wortel dan kubis kemarin)
• Lapis kulit labu
• Keripik kulit buah naga
• Sirup kulit nanas
Melalui inovasi tersebut, DISHANPAN mengajak masyarakat semakin tergerak untuk mengurangi pemborosan pangan dan mulai memanfaatkan sisa pangan secara kreatif dalam kehidupan sehari-hari. Sisa pangan yang tidak bernilai dapat diolah menjadi produk yang menarik, layak konsumsi dan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.
“Selamatkan Pangan, Stop Boros Pangan”
