UNGARAN – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari memberikan apresiasi kepada seluruh unit kerja karena semua tugas terkawal dengan baik selama masa transisi Gubernur Jawa Tengah periode 2025 – 2030. (Senin, 24/2/2025)
“Terima kasih telah mengawal tugas dengan baik dan mengikuti irama selama masa transisi Gubernur yang baru. Teman-teman Dishanpan relatif tidak menggunakan aji mumpung. mumpung belum ada efiseliensi. Namun kita tetap belanja sewajarnya.” Kata Dyah lukisari.
Selanjutnya Inspektur Apel memberikan arahan perihal surat menyurat. Dishanpan mulai sekarang menggunalan dua aplikasi yaitu Tata Praja dan Srikandi.
Pengajuan surat keluar gunakan aplikasi Srikandi. Dari Bapanas juga sudah memakai Srikandi. Surat masuk dari luar aplikasi yang berupa dokumen fisik di scan dimasukkan Srikandi. Namun yang di Tatapraja tetap di Tata praja. Intinya kita harus mengontrol dan mengecek dua aplikasi secara berkala.
Program selapanan Gubernur yang baru banyak hal akan digandeng. Program Dishanpan yang masih match adalah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Untuk subsidi harga jika jadwal match akan saya masukkan sisipkan kemudian didaftarkan ke Biro Bangda.
Kaitan dengan pelaksanaan APBD, ada satu dokumen dengan Bapanas yang diajukan perjanjian kinerja Bapanas dengan kita. Konsultasikan ulang Bapanas.
Siang nanti ada rapat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tentang Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Siapkan matrik 1 poin tambahan subsidi fasilitas distribusi. Mana Kios Pangan Murah yang dioperasionalkan menjelang HBKN.
“Selain program internal, ada program dari pusat Menko Pangan SPHP beberapa komoditas yang outletnya di daerah ada kerja sama dengan PT. Pos. Ada 74 outlet. Di setiap Kabupaten ada 2 – 3 outlet. Kalau mau memanfaatkan silakan.” Tutup Dyah Lukisari
