LANJUTKAN STABILITASI PASOKAN DAN HARGA KEDELAI

Tekad pemerintah dan upaya menstabilkan pasokan dan harga kedelai di Provinsi Jawa Tengah terus dilanjutkan secara berkesinambungan dalam rangka membantu kelompok usaha pangan dan pengrajin tahu-tempe untuk mendapatkan bahan baku kedelai yang terjangkau.
Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DISHANPAN) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Agus Wariyanto, SIP, MM didampingi oleh Kepala Seksi Harga Pangan, Ir. Agus Sudjatono dan Kepala Seksi Pengembangan Pangan Lokal, Bakti Utama, SP, MP ketika mengunjungi dan memantau pelaksanaan Operasi Pasar Kedelai Tahap III di Kabupaten Kendal (24/03/2021).

Dalam rangka Gerakan Stabilitasi Pasokan dan Harga komoditas kedelai tersebut antara lain juga dihadiri/diikuti perkembangannya oleh unsur Pemkab Kendal antara lain Dinas Perindustrian, Koperasi, UKM, serta Dinas Pertanian dan Pangan.  Dalam pelaksanan operasi pasar tersebut dilakukan di PRIMKOPTI “Harum” yang diketuai Rifa’i, SE, khususnya di unit-unit TPK Kabupaten Kendal.  Volumenya 8.500 kg yang dialokasikan untuk pengrajin tahu dan tempe di wilayah kecamatan Kaliwungu dan sekitarnya dengan kesepakatan harga tebus Rp 9.000,-/kg.

Sudah barang tentu, patut diapresiasi bahwa pelaksanaan operasi pasar tersebut sebagai kelanjutan gerakan sebelumnya yang intensif digelar di Provinsi Jawa Tengah yang diinisiasi oleh Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (PUSKOPTI) Jawa Tengah yang diketuai H. Sutrisno Supriantoro, SE;  didukung oleh peran importir komoditas kedelai. 

Sungguh luar biasa, bahwa semangat keterpaduan, keterpanggilan dan kepedulian Asosiasi Impotir di Jawa Tengah sungguh luar biasa dalam rangka ikut membantu keterjangkauan harga kedelai dan meringankan beban pengrajin tahu-tempe untuk berpartisipasi membangkitkan ekonomi rakyat dan menguatkan ketahanan pangan di masa pandemi dewasa ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Scroll to Top