UNGARAN – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Bimbingan Teknis Penyusunan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (FSVA) Metode Baru Tahun 2025. (Rabu, 5/11/2025)
Kegiatan ini dihadiri Distanbun Jateng, BPS Jateng, Dinsos Jateng, Disperindag Jateng, Dinkes Jateng dan Dinas yang menangani urusan pangan di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.
Metode baru ini adalah penyempurnaan. Dalam artian tujuan penyusunan FSVA Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2025 adalah untuk menyelaraskan dengan FSVA Nasional Tahun dasar/baseline penetapan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan jumlah indikator di tingkat Provinsi sebanyak 12 indikator dan 11 indikator untuk tingkat Kabupaten/Kota.
Dalam Aspek keterjangkauan dalam perumusan FSVA metode baru salah satunya menggunakan Prevalence of Undernourishment (PoU) yaitu Proporsi populasi penduduk yang mengalami ketidakcukupan konsumsi pangan yang diukur dari asupan energi dibawah kebutuhan minimum energi/ Minimum Dietary Energi Requirement (MDER) untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif terhadap populasi penduduk secara keseluruhan.
Dari aspek pemanfaatan Skor Pola Pangan Harapan (PPH) konsumsi, mendefinisikan susunan beragam pangan berdasarkan proporsi keseimbangan energi dari sembilan kelompok pangan dengan mempertimbangkan segi daya terima, ketersediaan pangan, ekonomi, budaya, dan agama.
