UNGARAN – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Rakor Persiapan Pelaksanaan Pemberian Subsidi Harga Pangan Sumber Energi Pangan Di Desa Rawan Pangan Dan Desa Prevalensi Stunting Tahun 2025. (Selasa, 12/11/2024).
- Kepala Dishanpan Prov Jateng, Dyah Lukisari Mengatakan bahwa Rakor kali ini bertujuan untuk menurunkan angka Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan (Prevalence of Undernourishment – PoU) Provinsi Jawa Tengah Intervensi Subsidi harga pangan sumber energi kepada masyarakat rawan pangan dan gizi.
Penentuan Sasaran Penerima Subsidi Harga Pangan Sumber Energi kepada Masyarakat Rawan Pangan dan Gizi yaitu :
1) 4 Kabupaten hasil overlay data kabupaten dengan angka PoU tinggi dengan data persentase penduduk rawan pangan pada rumah tangga dengan Pendidikan KRT tidak tamat SD dan rumah tangga kelompok miskin di Jawa Tengah (Kab. Banjarnegara, Kab. Grobogan, Kab. Kebumen, dan Kab. Purworejo)
2) Desa rentan rawan pangan dan gizi hasil FSVA Kabupaten Tahun 2024
3) 1.200 Keluarga miskin (berdasarkan DTKS Provinsi JawaTengah) yang pendidikan KRT nya rendah. Sedangkan Penentuan Sasaran Penerima Subsidi Harga Pangan Sumber Energi Kepada Keluarga dengan Anak Berisiko Stunting 1.
4) Kabupaten prioritas penanganan stunting (berdasarkan tiga indikator SKI 2023, E-PPBGM, dan kemiskinan ekstrem) yaitu Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Magelang, dan Kab. Pemalang. 2. 480 KK dengan balita underweight (BB/U kurang dan BB/U sangat kurang) dan balita flattering (BB tidak naik).
