UNGARAN – Rapat Kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah hari ini menghadirkan narasumber dari Siloam Hospital membahas Kanker serviks. (Jumat, 20/9/2024)
Kanker Servik adalah kondisi berkembangnya sel-sel abnormal di dalam serviks (leher rahim di bagian atas vagina).
Titut Amalia Ketua DWP Dishanpan Prov Jateng dalam sambutannya mengatakan, Mengingat berbahayanya kanker serviks, maka sangat disarankan untuk mencegah kanker serviks sejak dini.
“Kanker serviks sendiri sebenarnya merupakan jenis kanker yang cukup mudah diperiksa. Maka dari itu langkah pencegahan dan antisipasinya pun relatif mudah.” Lanjutnya.
“Di Indonesia terdapat 21.000 kasus baru kanker servik setiap tahunnya. Karena itu perlu adanya pencegahan dan pengetahuan tentang apa itu kanker servik.” Ujar Cornelius Danu Kurniawan narasumber dari Siloam Hospital.
“Untuk pencegahan kanker servik terdapat dua metode yaitu Primer (Vaksinasi HPV) dan Sekunder (Deteksi dini)” Imbuhnya
Wanita sangat mungkin melakukan deteksi dini kanker serviks dengan menggunakan tes yang andal dan tidak mahal, yaitu dengan prosedur Papanicolaou (Pap) smear. Pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan secara teratur bagi seseorang yang aktif secara seksual. Selain itu, beberapa cara mencegah kanker serviks lain yang dapat dilakukan adalah dengan mendapatkan vaksin HPV, menjaga pola makan dan gaya hidup sehat
