SEMARANG – Edukasi Pola Konsumsi Pangan B2SA, diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Tengah kepada 100 peserta yang merupakan perwakilan TP. PKK, Setwan DPRD, Badan Kesbangpol, Dispermasdesdukcapil, Diskominfo, Disperindag, Dinsos, Disporapar, Disnakertran dan Biro lingkup Setda Provinsi Jawa Tengah. (Kamis, 15/5/2025)
Hadir memberikan pengarahan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari menyatakan makan tidak hanya enak dan kenyang tapi untuk sehat aktif dan produktif sehingga porsi dan keberagaman pangan harus disesuaikan dengan jenis kelamin, umur, dan jenis pekerjaan serta dipastikan makanan yang dikonsumsi bebas dari cemaran fisik, kimia dan biologi.
“Peserta edukasi Pola Konsumsi Pangan B2SA akan menjadi duta atau agen perubahan yang akan menerapkan dan mengedukasi Pola konsumsi pangan B2SA kepada diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja dan masyarakat.” Tegasnya.
Desty Muzarofatus dari Ramayulis Konsultan Indonesia, Menyampaikan tentang Pola Konsumsi Pangan B2SA, Proporsi Pola Konsumsi Kelompok Umbi-umbian, daging, susu, buah dan sayur masih rendah.
“Konsumsi sayuran penting karena mampu mencegah obesitas, menurunkan indek glikemik, mencegah hyperkolesterolemia, mencegah konstipasi dan mencegah hipertensi.” Terangnya.
Muhammad Yusuf dari PERSAKMI menyatakan bahwa berdasarkan penelitian konsumsi 3-6 gelas minuman manis setiap minggu nya dapat meningkatkan risiko kematian sebesar 6% dan konsumsi 1-2 gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan kematian 1-2%. Seiring meningkatnya kasus Diabetes militus, kolesterol dan gagal ginjal pada anak maka perlu upaya membatasi konsumsi gula, garam dan lemak.
Pada kesempatan tersebut peserta dikenalkan pangan lokal berupa olahan beras singkong dilengkapi sumber protein dan sayuran.
